means of daily communication

English taught as a compulsory subject to the student in the school. Today, in Indonesia’s teaching-learning process, English become a subject matter from fifth grade of elementary school up to the last grade of senior high school. Event, some of the students take a class in English course. But in fact, they still have bad capability in English.

The acquisitions of a foreign language in this case called target language (TL) is very different from that of the native language (SL). In studying native language a child much exposed to the language because it is used as a means of daily communication, people around him speaking and provides direct exposure and real situation of learning. It is means that they have no almost unlimited time in the process of learning.

In the other hand, a child learning an foreign language does meet those situations, beside his mastery of the native language systems has a great influence in his attempt to learn the foreign language.

The interference in using an foreign language in mainly caused by the differences between the source language and the target language, which comprise the differences in phonological and grammatical system as well as the lexical and cultural systems. Further more, the writer thought that it is important to carry out a study which will find out the differences between the source language and target language, by doing a contrastive analysis. The results may be able to be used to predict learning problems for the benefit of teaching target language.

In House Training Journalistik

Pers merupakan sebuah fenomena yang harus ada dalam kebudayaan manusia. Dengan adanya pers sebgai fungsi control dan transformasi informasi diharapkan mampu menjadikan dinamika kelangsungan masyarakat itu sendiri.

Tak dapat dipungkiri peranan pers dan media dalam sejarahnya mempunyai andil besar dalam pencapaian kemerdekaan 1945. Hingga saat ini pers merupakan suatu wahana yang sangat strategis dalam upaya mencerdaskan masyarakat dan membangun pilar demokrasi di Indonesia. Hal ini dapat kita lihat media pers masih mendapatkan tempat yang luas di masyarakat.

Sebagaimana dalam undang-undang No. 40/1999 bahwa peran pers tidak hanya sebagai media informasi tetapi juga sebagai wahana pendidikan, hiburan dan control social. Selain itu pers mempunyai peranan penting dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan mengembangkan pendapat umum, dengan menyampaikan informasi yang tepat, akurat dan benar. Menegakan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hokum dan hak asasi manusia serta menghormati kebinekaan.

Melihat pentingnya peranan pers serta upaya peningkatan skill jurnalistik, kami Lembaga Pers Daulat Universitas Sains Al-Qur’an Jawa Tengah Di Wonosobo hendak melaksanakan In house training jurnalistik sebagai wahana pemberdayaan dan peningkatan basic skill jurnalistik bagi mahasiswa dan generasi muda pada umumnya yang diharapkan dapat menciptakan insan jurnalistik.


Kegiatan ini akan di selenggarakan pada:

Hari/Tanggal : Jum’at-Minggu, 29-31 Mei 2009

Tempat : Kampus UNSIQ Jawa tengah di Wonosobo, Gedung Baitul Qur’an Lt 3.

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi :

pemuda_ndk@yahoo.com

085731267543 (an. Hadziq Mushoffa)

Search

Join this

Blog Advertising - Advertise on blogs with SponsoredReviews.com Web hosting
 
© 2009 Daulat | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Valid X/HTML (Just Home Page) | Design: Choen | PageNav: Abu Farhan